lestariforever999

9/21/2008

University Of Life





University of Life

Saat pagi datang yang menandakan bergantinya hari, sangat berat untuk bangkit menyambutnya.
Saat pagi datang berarti bertambah usia dunia ini, tetapi sangat berat untuk merayakannya .
Bahkan sangat malas sekali untuk mengucapkan puji syukur padahal masih diberi waktu olehNya untuk bisa melihat dunia.

Badan ini serasa ditindih batu sehingga sangat susah untuk bergerak, bahkan untuk menggerakkan ibu jari . Apalagi bila dimemori sudah teringat harus bekerja uh ……. bertambah beratlah tindihan batunya.
Tetapi kalau teringat akan gajian serasa ada remote yang menggerakkan badan ini sehingga secepat kilat badan ini bangkit dari peraduan yang menyesatkan.

Penantian yang panjang untuk sampai tujuan kantor tercinta ( merasa cinta kalau gajian aja sih … ) karena hampir satu jam perjalanan untuk sampai disana membuatku banyak merenung, mengantuk dan melamun di angkot. Disela renungan, kantukan dan lamunanku aku sedikit terpana oleh pemandangan yang sangat menyedihkan. Aku tidak melihat dari awal peristiwa tersebut, yang kulihat bapak tukang sayuran sudah terguling jatuh dengan gerobaknya. Barang dagangannya berserakan di jalan. Sebagian orang yang lewat sibuk menolongnya, memasukkan barang dagangannya ke gerobak lalu tukang sayur itu dibopong ke pinggir jalan dan nampak lemas tak berdaya.

Aku tidak tahu peristiwa selanjutnya karena angkot yang kunaiki terus berlalu meninggalkan pemandangan itu. Aku merasa sedih karena aku tidak dapat menolongnya dan tidak bisa kubayangkan apa yang terjadi dengan bapak tukang sayur itu. Pikiranku berandai - andai jika sakitnya parah gimana? apakah ada orang yang akan membawanya ke rumah sakit. Jika harus ke rumah sakit berarti hari ini tidak dapat penghasilan lalu bagaimana dengan keluarganya jika dia satu - satunya tulang punggung keluarga.

Bila kurefleksikan pada diriku, alangkah beruntungnya sebenarnya diriku. Untuk cari penghasilan tidak harus mengandalkan fisik untuk beradu dengan kejamnya jalanan, teriknya cahaya matahari yang menyengat dan kemungkinan tidak membawa uang sepeserpun untuk dibawa pulang karena tidak ada pembeli.

Tetapi aku juga tidak tahu apakah pelajaran hidup yang sudah kuterima tersebut bisa mengubah pola hidupku. Tetapi paling tidak aku bisa menulisnya untuk selalu kubaca, siapa tahu pengalaman tersebut suatu saat bisa mengetuk hatiku. Amien

Label:

1 Komentar:

Pada 22 September 2008 23.01 , Blogger heny mengatakan...

terkadang kita terlalu banyak complaint pada diri sendiri, padahal begitu banyak kenikmatan yang telah kita rengkuh...selain bapak tukang sayur itu, banyak juga pembelajaran dan pencerahan yang bisa kita ambil hikmahnya di niversitas kehidupan ini.

http://kebunilmu.blogspot.com
http://carakusehat.blogspot.com

 

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

Link ke posting ini:

Buat sebuah Link

<< Beranda